Analisis Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Coolant dalam Sistem Pendingin Sepeda Motor

Authors

Keywords:

mesin pembakaran, perubahan temperatur, viskositas, coolant, transfer panas

Abstract

Mesin pembakaran dalam merupakan mesin yang berfungsi mengubah energi kimia menjadi energi mekanik melalui proses pembakaran di dalam ruang bakar. Proses pembakaran tersebut menghasilkan daya dan panas, namun panas yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan suhu mesin secara berlebih atau overheating yang berpotensi merusak komponen mesin. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendingin yang efektif, salah satunya menggunakan cairan pendingin radiator untuk menjaga temperatur mesin tetap berada pada kondisi optimal. Viskositas cairan pendingin memiliki peranan penting dalam proses penyerapan dan perpindahan panas karena perubahan viskositas akibat peningkatan suhu dapat memengaruhi laju aliran fluida dan efektivitas transfer panas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap viskositas cairan pendingin serta menganalisis kemampuan perpindahan panas pada sistem pendingin mesin. Pengujian viskositas dilakukan menggunakan viskometer Rion VT-04F pada tiga variasi suhu, yaitu 27,8 derajat Celsius, 70 derajat Celsius, dan 90 derajat Celsius. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan suhu menyebabkan penurunan nilai viskositas cairan pendingin, sehingga meningkatkan kemampuan aliran fluida dan mendukung proses perpindahan panas yang lebih efektif. Hasil analisis perpindahan panas menunjukkan bahwa pada suhu 70 derajat Celsius, energi panas yang dipindahkan melalui proses konveksi sebesar 461.457 BTU per jam, sedangkan pada suhu 90 derajat Celsius meningkat menjadi 680.157 BTU per jam. Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan suhu kerja cairan pendingin berpengaruh terhadap penurunan viskositas dan peningkatan kemampuan perpindahan panas dalam sistem pendinginan mesin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. B. R. Munson, D. F. Young, and T. H. Okiishi, Fundamentals of Fluid Mechanics, 5th ed. New York: Wiley, 2006.

2. J. P. Holman, Heat Transfer, 10th ed. New York: McGraw-Hill, 2010.

3. S. Kakac and H. Liu, Heat Exchangers: Selection, Rating, and Thermal Design, 2nd ed. Boca Raton: CRC Press, 2002.

4. R. Byron Bird, W. E. Stewart, and E. N. Lightfoot, Transport Phenomena, 2nd ed. New York: Wiley, 2002.

5. F. Kreith, Principles of Heat Transfer, 7th ed. Stamford: Cengage Learning, 2011.

6. H. S. Carslaw and J. C. Jaeger, Conduction of Heat in Solids, 2nd ed. Oxford: Clar-endon Press, 1959.

7. W. M. Rohsenow, J. P. Hartnett, and Y. I. Cho, Handbook of Heat Transfer, 3rd ed. New York: McGraw-Hill, 1998.

8. S. Bejan, Convection Heat Transfer, 4th ed. Hoboken: Wiley, 2013.

9. V. L. Streeter, E. B. Wylie, and K. W. Bedford, Fluid Mechanics, 9th ed. New York: McGraw-Hill, 1998.

10. R. C. Hibbeler, Fluid Mechanics in SI Units, 1st ed. New York: Pearson, 2017

Downloads

Published

2026-10-07

How to Cite

Analisis Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Coolant dalam Sistem Pendingin Sepeda Motor. (2026). Jurnal Teknik Mesin, 13(2), 55-67. https://jtm.ubl.ac.id/index.php/teknikmesin/article/view/52